9 Klasifikasi Faktor Ranking Search Engine Google

9 Klasifikasi Faktor Ranking Search Engine Google

Kita sebenarnya sedang mencari solusi dari Google. Dengan cara, cari faktor atau sinyal peringkat apa saja yang memengaruhi hasil pencarian.

Disponsori, Kita bisa membuat konten dan mendesain situs web yang mampu dengan cepat dapat dibaca oleh mesin pencari Google.

Jika demikian, faktor apa saja yang menjadi penentu dan memengaruhi hasil pencarian? Ternyata, terletak lebih dari 200 peringkat faktor pada mesin pencari Google. Beberapa ahli dan pakar SEO telah berhasil mengumpulkan dan mengklasifikasikannya.

Ada 9 peringkat dari peringkat faktor tersebut. Kesembilannya adalah Domain, Level Halaman, Level Situs, Tautan Balik, Interaksi Pengguna, Aturan Algoritma Google Khusus, Sinyal Merek, Webspam Di Situs, dan Webspam Off-Spite. Jika 200 faktor tersebut terlalu rumit dan banyak, mari sederhanakan.

Ada 3 faktor peringkat yang umum dan sudah banyak dimiliki orang. Ke-3 faktor tersebut kata kunci atau kata kunci, tautan organik, dan kinerja situs web pada perangkat seluler. Dengan mengoptimalkan ke-3 faktor tersebut maka situs web Anda tidak mungkin berhasil muncul di urutan teratas hasil pencarian.

Satu hal yang pasti perlu Anda Ingat adalah yang pasti dari Algoritma Google. Banyak orang yang mencoba mencari tahu faktor mana saja yang diprioritaskan dan bagaimana Google dapat mengindeks hasil pencarian harus kecewa karena mesin pencari Google ini hari kian sulit untuk ditebak.

Di masa lalu, Anda dapat dengan mudah mendapatkan hasil pencarian yang baik dengan sekadar mengoptimalkan keyword. Saat ini, hal tersebut tidak mudah dilakukan. Faktor utamanya adalah perubahan dan pembaharuan yang rutin dilakukan Google kepada algoritma mesin pencarinya.

Perubahan dan update inilah yang kemudian menjadi tantangan baru bagi Anda dan praktisi SEO serta para digital marketer. Setiap kali Google merilis update utama (Panda, Hummingbird, Fred, dll), di situlah Anda harus berusaha keras beradaptasi dan melakukan riset serta eksperimen untuk membongkar algoritma baru tersebut.

Pembaharuan dilakukan, selain untuk menyesuaikan kebutuhan zaman, dilakukan untuk semakin “memanusiakan” mesin pencari. Di masa depan, diharapakan algoritma mesin pencari Google semakin seperti manusia dan mampu mengidentifikasi aspek non-mesin non-kuantitas dari sebuah website dan konten.

READ  Cara Menghitung Kebutuhan Beton Plat Lantai Pabrik

Jika pembaharuan pada Google algoritma bisa memberikan dampak positif maupun negatif, maka bagaimana menyikapi perubahan tersebut? Selain selalu melakukan percobaan dan mencari informasi rinci mengenai apa perubahan yang tercipta, Anda bisa membuat konten yang bertahan lama dan resisten terhadap perubahan.

Meskipun tidak selalu konsisten 100%, ada 3 tren yang akan menjamin konten yang Anda buat bertahan lama dan relevan dengan perubahan algoritma yang mungkin terjadi di masa depan.

  • Prioritaskan Desain untuk Perangkat Mobile

Google telah secara nyata mengutarakan bahwa pihaknya telah membuat algoritma yang sangat memprioritaskan dan menempatkan website yang ramah untuk perangkat mobile di posisi atas hasil pencarian. Dengan demikian, jika website Anda tidak dioptimalkan untuk perangkat mobile, maka siap-siap tersisih.

Untuk melakukannya, Anda perlu melakukan modifikasi pada desain dan format agar menyesuaikan tampilan pada perangkat mobile. Modifikasi dan pengoptimalan tersebut termasuk ukuran teks, format tulisan, dan aspek visual lain yang akan memengaruhi tampilan website di perangkat mobile.

Visi ramah untuk perangkat mobile ini bukan visi main-main. Google telah menyertakan hal ini sebagai salah satu ranking faktor. Google juga telah memasang kebijakan ini pada daftar SERP. Artinya, status ramah untuk perangkat mobile ini akan sangat memengaruhi kebijakan orang untuk mengunjungi website Anda atau tidak.

  • Prioritaskan Konten Autoritatif

Beberapa kalangan percaya bahwa konten autoritatif adalah faktor penting yang berpengaruh pada hasil pencarian saat ini dan di masa depan. Konten autoritatif ini juga bertanggung jawab menumbuhkan traffic. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan konten autoritatif?

Konten autoritatif adalah konten yang dibuat dengan tata bahasa yang baik, dapat membuat berita dan menarik perhatian khalayak, menyasar target yang jelas, dan memberikan ide serta isi konten yang jelas. Mulai sekarang, jangan prioritaskan konten “dinamit” yang hanya meledak sesaat saja.

Investasikan waktu Anda untuk membuat konten yang panjang, dibuat unik dengan bahasa yang khas, dipublikasi atau diupdate secara reguler. Konten semacam ini cukup resisten terhadap perubahan algoritma.

  • User Experience Adalah Masa Depan
READ  Cara Membuat Es Dawet Segar dan Nikmat untuk Berbuka Puasa

Tidak berlebihan jika suatu saat di masa depan nanti, mesin pencari layaknya seorang manusia yang berilmu tinggi dan mampu mengidentifikasi apa yang Anda inginkan dengan bahasa apapun. Google berpikir demikian dengan memprioritaskan penilaian pada unsur-unsur manusiawi.

Google berusaha melepaskan diri dari cara mengeluarkan yang hanya fokus pada sinyal-sinyal berupa pengotimalan kata-kata. Karenanya, Anda perlu mendesain konten dan situs web Anda dengan memperhatikan manusia, dalam hal ini apa yang membuat pengunjung merasakan pengalaman menjelajahi situs web yang baik.

Pengoptimalan yang dapat dilakukan contohnya selalu meningkatkan kecepatan situs web di posisi yang prima, meningkatkan kualitas pencarian internal, menggunakan kualitas tautan eksternal yang lebih tinggi statusnya, dan mempermudah menu navigasi dalam situs web.

wahyu

Related Posts